Senin, 23 Maret 2015

Kematian, Kematian, Kematian

Bismilah
Assalamualaikum wr. wb.
ini post pertama saya setelah lama bermeditasi cukup lama dan menabung untuk membeli kuota internet akhirnya postingan saya yang pertama yang mandan2 berbau sangit (eh maksude berbau kringet penulis) akhirnya saya post juga. semoga para pembaca sekalian baik di alam nyata maupun alam gaib mampu memahami tulisan saya yang agak acakadut ini. Oke postingan pertama saya yang mandan berbau keringet penulis ini akan share sedikit tentang kematian. mengapa saya membahas kematiaan. karena.. karena .. karena apa yah entah saya juga bingung ..tiba tiba ada ide untuk menulis tulisan ini.......

kematian

Kematian, kematian, kematian
      Entah sudah berapa orang yang meninggalkan kita. Dari sodara, tetangga, teman dekat, teman sekolah, sahabat semuanya dijemput oleh kematian yang tak bersahabat itu. Mengapa semua orang sepertinya benci akan kematian, padahal kita semua jelas akan merasakanya. karena kematian adalah kenyataan yang akan dijalani semua orang. bukan hanya semua orang tapi oleh semua mahluk yanag memiliki nyawa. Mengapa semua orang lebih menyukai kehidupan daripada kematian padahal kehidupan adalah sebuah kedustaan yang menipu. Mungkin saat kematian dan kehidupan bertemu, lantas mereka mengobrol
      Kematian : “mengapa orang2 amat menyukai kamu, tetapi mereka sangat membenciku?”
      Kehidupan (menjawab sambil tersenyum) : “orang orang menyukaiku karena aku adalah dusta yang indah, sedangkan mereka menbencimu karena kamu adalah “kebenaran yang menyakitkan.””
      Kematian adalah jatuhnya daun bertuliskan nama kita dari pohon kehidupan dari arsy tempat yang maha Perkasa. Jatuhlah daun itu ke Malaikat pencabut nyawa dan datanglah malaikat pencabut nyawa ke hadapan kita itulah akhir dari kehidupan yang disebut kematian. Kematian adalah habisnya semua rezeki yang Allah berikan kepada kita termasuk juga rezeki umur. Oleh karena itu selagi kita masih di waktu kesempatan buat kita mengumpulkan bekal perjalanan abadi. kita mesti bersyukur bahwa kita masih di beri waktu. Entah sampai kapan kita di beri waktu tak ada yang dapat menghitung, walaupun seorang ilmuwan sekalipun.



hahahahahaha sampai disini dulu perjumpaan kita di blog pribadi saya ini. baca postingan yang akan datang yah...


by. rejeng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar